MAYANGSARI tak muncul di pemakaman mertuanya, mantan Presiden Soeharto, di Astana Giribangun, Solo, kemarin. Rumahnya di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, yang dijadikan tempat pengajian, tampak sepi. Setelah pulang melayat dan kabarnya diusir dari Cendana, Mayang mengurung diri di rumah. Setelah melayat dari Cendana, istri Bambang Tri itu kembali ke rumahnya di Jl. Simprug 15 no. 36, Jakarta Selatan, Minggu (27/1) sekitar pukul 23.30 WIB.
Ia masih naik mobil Toyota Alphard yang juga membawanya ke rumahnya di Jl Tanjung sebelum bertakziah ke mertuanya. Hingga Senin (28/1) sore, Mayang tampaknya terus berada di rumah. Menurut seorang pemilik warung yang berada di dekat rumah Mayang, dari rumah mewah tersebut tak terlihat satupun mobil keluar sejak pagi.
Saya buka warung dari jam 5, nggak ada mobil keluar," katanya. Mayang sepertinya shock pasca peristiwa pengusiran yang dialaminya. Ia memilih berdiam diri di rumah, meyaksikan pemakaman Pak Harto dari televisi. Rumah Mayang yang tampak sepi itu hanya dijaga oleh dua orang petugas keamanan. Bendera setengah tiang tampak berkibar di halaman rumah.
Seluruh keluarga besar Soeharto mengantar kepergian Presiden RI ke-2 itu ke peristirahatan terakhirnya. Bukan hanya anak-anak Soeharto, menantunya pun turut serta.
Halimah yang baru saja diceraikan Bambang Tri pun ikut hadir di sana. Regita Cahyani atau Tata yang sudah resmi cerai dari Tommy pun tak ketinggalan. Ia membawa serta dua anaknya yang selama ini dirindukan Tommy. Halimah dan Tata telah hadir di Cendana sejak lama. Keduanya juga ikut dalam rombongan orang-orang yang mengikuti upacara terobosan, melewati peti mati almarhum Soeharto.
Hingga ke peristirahatan terakhir Soeharto, Halimah dan Tata selalu tampak. Mereka ada di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Sebelumnya di Cendana, di depan jenazah Pak Harto, Mayangsari bersimpuh menumpahkan air matanya. Sementara Bambang tampak memangku buah hati mereka, Khirani Siti Hartina Trihatmodjo.
Kehadiran Mayangsari ini tentu luar biasa berani. Padahal sudah jelas di sana keluarga Bambang Tri ada lengkap. Termasuk Halimah, yang baru saja diceraikan putra Cendana itu. Apa yang terjadi?
Seorang sumber yang berada di dalam rumah kediaman Pak Harto menceritakan betapa panas keadaan saat Mayang berada di Cendana. Rupanya kehadiran penyanyi asal Purwekerto itu tidak disambut ramah keluarga Cendana. Dua adik Bambang dikatakan sumber telah mengusir Mayangsari.
"Mayangsari diusir Tatiek dan Mamiek," kata sumber tersebut, kemarin. Menurut sumber yang terus berada di dalam ruangan tersebut, Bambang Tri kesal dengan perlakuan adik-adiknya itu pada istrinya. Mereka sempat bersitegang. Mayang pun pulang dengan berlinang air mata.
Kejadian ini ternyata tembus juga keluar. Seorang tukang rokok di Cendana bahkan bercerita, "Tahu kan di dalam semalam ada keributan?" Mayangsari yang hendak dikonfirmasi soal kejadian di atas, tak mengangkat telepon genggamnya
Mayang sari di usir dr Cendana ???
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-

Terjadi Lagi Penumpukan Cairan di Paru-Paru
JAKARTA - Kondisi mantan Presiden Soeharto kembali memburuk. Jika Senin lalu (7/1) sempat membaik, kemarin fungsi jantung dan paru-parunya melemah. Bahkan, kadar hemoglobin (Hb, sel darah merah) menurun. Tim dokter akhirnya memutuskan melarang penguasa Orde Baru itu dikunjungi.
Ketua tim dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono mengatakan, cairan kembali memenuhi paru-paru Soeharto. "Produksi urine kembali menurun dan dijumpai perdarahan melalui urine dan fesesnya," paparnya saat konferensi pers di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) kemarin (8/1).
Karena perdarahan tersebut, lanjutnya, Hb Soeharto turun dari 8,4 gr % menjadi 7,6 gr %. "Normalnya 10 gr %," jelasnya. Penyebab memburuknya jantung mantan presiden berusia 87 tahun itu, menurut Mardjo, adalah tidak sinkronnya kerja antara bilik kanan dan kiri jantung. "Dari pemeriksaan Tissue Doppler Imaging, terlihat adanya disinkronisasi pergerakan otot jantung dan tidak bergeraknya salah satu segmen otot jantung," ujarnya lebih jauh.
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan lebih rinci, tim dokter memeriksa jantung Soeharto dengan alat Thallium Scan. Ini adalah pencitraan menggunakan kamera khusus. Sebelumnya, pasien disuntik kontras berupa bahan radioaktif dalam jumlah sedikit untuk mengetahui aliran darah dan lokasi gangguan.
Pemeriksaan itu berlangsung lebih dari satu jam. Waktunya, mulai pukul 13.00 hingga pukul 14.05 di ruang radiologi lantai I RSPP.
Agar kerja otot jantung mantan presiden itu bisa sinkron, tim dokter akan memasang alat CRT (Cardiac Resynchronization Theraphy). Bentuknya mirip alat pacu jantung dengan teknik implantasi serupa.
Hanya, pemasangan alat CRT tersebut belum bisa diketahui waktunya. "Kita tunggu sampai kondisi beliau optimal," ujar dokter berpangkat brigjen itu. Kondisi optimal, lanjutnya, bisa dicapai jika kadar Hb mencapai 10 gr %. Peningkatan tersebut bisa didapatkan jika transfusi terus diberikan.
Pada kesempatan yang sama, Ismoyo Suto, dokter ahli jantung yang termasuk tim dokter Soeharto, meminta agar semua pihak bersabar. "Pemasangan alat CRT tanpa menunggu Hb Bapak turun justru akan makin menurunkan Hb-nya," tegasnya. Sebab, ketika memasang CRT, dokter harus memasukkan alat ke dalam pembuluh darah. "Kalau Hb-nya tambah rendah, tentu risiko gagal jantung akan ada," lanjut dokter jantung dari RS Jantung Harapan Kita itu.
Selain kadar Hb harus baik, timpal Mardjo, kemampuan pembekuan darah Soeharto harus baik. Selain berupaya yang telah disebutkan agar kondisi Soeharto bisa kembali optimal, tim dokter mengupayakan perbaikan gizi, pengeluaran cairan yang menumpuk di paru-paru, dan penyaringan darah dengan CVVH (Continuous veno-venous haemofiltration) akan terus dilakukan. Itu adalah alternatif pengganti hemodialisis pada pasien yang sakit dengan komplikasi dan dalam kondisi kritis. CVVH merupakan kombinasi hemodialisis (cuci darah) dan ultrafiltrasi. Artinya, molekul dikeluarkan dengan difusi (hemodialisis) sekaligus konveksi (ultrafiltrasi).
Malam sebelumnya, Mardjo mengungkapkan, tim dokter sudah memasukkan transfusi darah sebanyak 200 cc dan hemoglobin naik dari 8,3 ke 8,4. "Tapi waktu kami cek pagi ini, ternyata Hb-nya turun jadi 7,6. Akhirnya, kami putuskan untuk menambah darah hingga 300 cc," katanya lantas menutup jumpa pers.
Karena dokter kemarin melarang Soeharto menemui pembesuk, tak ada satu pun pejabat dari Kabinet Indonesia Bersatu yang datang ke RSPP. Sejak pagi hingga malam, hanya beberapa kerabat dekat dan mantan menteri kabinetnya yang datang. Mereka adalah Karlina Umar Wirahadikusumah (anak mantan Wapres Umar Wirahadikusumah), Elsye Sigit, Moerdiono (mantan Mensesneg), dan Marwah Daud Ibrahim.
Ketika dicegat, Moerdiono enggan berkomentar banyak. "Sebagai orang awam secara medis, saya kira tim dokter yang berhak menjawab," katanya sambil berhenti sejenak. Namun, respons Soeharto menurutnya baik. "Kami sempat bicara, meskipun tidak banyak. Beliau mengenali saya," tuturnya.
Dia juga menilai penanganan mantan pimpinannya itu sudah tepat. Tim dokter yang berkumpul, lanjut dia, sekitar 25 orang dari berbagai keahlian. "Saya kira Pak Harto sudah ditangani oleh tim dokter terbaik yang kita punya," lanjutnya kemudian bergegas menuju lift yang akan membawanya ke kamar mantan orang nomor satu di Indonesia itu.
Menangis, Ingat Beasiswa Supersemar
Ketika Soeharto sedang tergolek lemah di RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, gugatan perdata terhadap mantan presiden itu tetap disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kemarin.
Kali ini agendanya mendengarkan keterangan dua saksi meringankan yang diajukan kubu tergugat melalui tim pengacara Soeharto.
Dua saksi itu adalah A.M. Suaib Didu dan Cyprus A. Tatali, dua pengurus KMA-PBS (Keluarga Mahasiswa Alumni Penerima Beasiswa Supersemar).
Di awal sidang, Suaib terbawa sedih atas kondisi kesehatan Soeharto yang kembali memburuk. Dia tampak menangis. Dia juga meminta izin untuk membaca surat Al-Fatihah bagi kesembuhan Soeharto, namun ditolak majelis hakim yang diketuai Wahjono. "Kalau untuk berdoa, bukan di sini (pengadilan) tempatnya. Ini kan ruang sidang," kata Wahjono. Suaib pun terlihat pasrah.
Saat sesi tanya jawab, pengacara Soeharto, M. Assegaf, sempat menanyai Suaib terkait dengan doanya untuk Soeharto. Dia mengatakan, bila teringat Soeharto, dirinya ingat kiriman uang atau beasiswa semasa kuliah. "Beasiswa amat membantu. Sebab, untuk uang kuliah, kadang ada, kadang tidak," ujar Suaib sambil sesenggukan.
Aksi Suaib itu, tampaknya, tak berhasil menarik simpati majelis hakim maupun jaksa pengacara negara (JPN). Buktinya, salah seorang hakim, Ketut Manika, justru mempertanyakan perasaan sentimental Suaib dengan materi gugatan. "Kalau patah hati, jangan dikaitkan dengan (kasus korupsi) yayasan," ujar Ketut. Toh, Suaib seakan tak mau kalah. Dia balik menimpali komentar Ketut. "Begini yang mulia majelis, beasiswa (Supersemar) itu membuat saya berhasil. Saya sukses begini karena beasiswa. Tanpa beasiswa, mungkin saya menjadi petani. Jadi, saya nggak mungkin melupakan jasa-jasa pengurus, termasuk Pak Harto," ujar Suaib sengit. Kontan, pernyataan Suaib itu membuat gerr pengunjung sidang. Sedangkan JPN Dachmer Munthe tampak manggut-manggut melihat aksi Suaib.
Selanjutnya, Cyprus A. Tatali sebagai saksi kedua. Dalam keterangannya, ketua organisasi dan keanggotaan KMA-PBS itu mengaku tidak tahu jumlah dana yayasan yang disalurkan untuk seluruh penerima beasiswa. Dia hanya tahu bahwa sebagian dana digunakan untuk penyediaan komputer, laboratorium, dan peralatan olahraga. "Nggak hanya untuk kegiatan studi," jelas Cyprus.
Kemudian, sidang dilanjutkan 15 Juli 2008. Dalam sidang kemarin, pengunjung menjejali ruang persidangan. Di antara pengunjung terdapat mantan Jaksa Agung Ismail Saleh.
Setelah sidang, tim pengacara mengomentari berbagai wacana terkait dengan kelanjutan proses hukum kasus Soeharto. Assegaf mengatakan, jika Soeharto meninggal dunia, kejaksaan memang dimungkinkan menjadikan ahli waris -termasuk anak-anaknya- sebagai tergugat pengganti. Namun, Assegaf menegaskan, ahli waris dapat saja menolak. "Kalau tidak punya warisan, lalu mengapa harus menjadi tergugat. Apa yang harus diserahkan jika kelak diminta untuk membayar kerugian negara," jelas Assegaf.
Menurut Assegaf, gugatan perdata dapat saja dihentikan. Syaratnya, presiden mencabut surat kuasa khusus (SKK) yang diserahkan ke kejaksaan.
Assegaf menolak usul pengampunan terhadap Soeharto. Sebab, kliennya tidak pernah diputus bersalah oleh pengadilan. "Usul tersebut justru menjadi polemik baru," ujarnya.
Soal Tap MPR No XI/1998, Assegaf mengatakan bahwa kejaksaan telah melaksanakan. Itu terbukti dari penyidikan kasus Soeharto.
Di tempat sama, pengacara Soeharto yang lain, Juan Felix Tampubolon, menambahkan bahwa kliennya selalu mengikuti perkembangan kasusnya, termasuk gugatan perdata. Menurut Juan Felix, tim pengacara bertemu dengan Soeharto pada Desember 2007 untuk membahas kasus perdata tersebut. "Beliau selalu mengikuti, beliau juga percaya kepada tim pengacaranya," jelas Juan Felix.
Sebelumnya, Soeharto digugat pemerintah dalam kasus Yayasan Supersemar. Nilai gugatan USD 420 juta dan Rp 185 miliar). Soeharto dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan uang yayasan yang merugikan negara triliunan rupiah tersebut. Sebab, banyak dana yayasan yang disalurkan ke perusahaan kroni. (nue/nda/agm/kum)
ICMI Desak Teruskan Proses Hukum
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendesak pemerintah menuntaskan kasus hukum mantan Presiden Soeharto. Pemerintah diminta tidak menghentikan proses yang telah berjalan agar terjadi kepastian hukum bagi mantan penguasa Orde Baru itu.
"(Penuntasan kasus hukum) itu sangat bagus bagi Pak Harto dan keluarganya. Kalau perkaranya terus diambangkan, sejarah akan mencatat (Pak Harto) bersalah," ujar Presidium ICMI Nanat Natah Natsir setelah bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden kemarin (8/1).
Bila kasus perdata dan pidana Soeharto tidak diselesaikan secara hukum, kata Nanat, publik tidak akan pernah mengetahui kebenaran dari berbagai dugaan pelanggaran hukum yang dituduhkan kepada penguasa Orde Baru tersebut dan keluarganya.
Sebaliknya, Soeharto juga tidak akan mendapatkan keadilan dari berbagai tuntutan hukum yang dipersepsikan publik.
"Proses hukum harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Persoalan nanti, misalnya Pak Harto setelah diproses tidak apa-apa, kan bagus bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, dan masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, ICMI meminta pemerintah menghargai jasa-jasa Soeharto dan menjadikan kondisi kesehatannya saat ini sebagai pertimbangan kemanusiaan. "Beliau adalah orang yang berjasa. Jika ternyata keliru, kan bisa dimaafkan," ujarnya
di kutip dari jawapos online
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
Tujuh Tahun Diculik, Kembali Selamat
Singaraja (Bali Post) -
Kisah ini benar-benar mirip sinetron. Ni Putu Aulia Nanda Diana (12), anak dari Nyoman Sudiana (37), anggota TNI yang tinggal di Asrama Secata A, Kubujati, Singaraja, Sabtu (5/1) lalu pulang dengan selamat setelah tujuh tahun berada dalam asuhan penculiknya di Kalimantan Timur.
Yang menarik, orang yang memulangkan Aulia ke rumah orangtuanya adalah penculiknya sendiri, Yanti Susilawati (34), warga Lombok Tengah, NTB. Dengan pertimbangan kemanusiaan, Sudiana akhirnya mencabut laporan penculikan yang sempat dilaporkan ke Mapolres Buleleng 2001 lalu.
Kasus penculikan ini terjadi 20 Desember 2001, di mana saat itu Aulia masih berumur sekitar 5 tahun dan duduk di TK nol besar. Mengutip laporan di Mapolres Buleleng, saat itu Yanti
Susilawati yang berteman dengan orangtua si bocah berkunjung ke rumah kontrakan korban di Jalan Sriamerta Desa Baktiseraga, Singaraja. Yanti saat itu minta izin untuk mengajak Aulia jalan-jalan ke Pasar Banyuasri. Namun hingga sore Yanti bersama Aulia tidak kembali.
Yanti Susilawati yang sempat diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menceritakan bahwa Aulia diajak ke Kalimantan. Selama tujuh tahun bersamanya, ia mengaku Aulia dirawat seperti anak kandungnya sendiri, bahkan disekolahkan hingga duduk di kelas VI SD.
Karena Yanti mengembalikan anaknya dengan sadar, Minggu (6/1) kemarin Nyoman Sudiana pun mencabut laporannya di Mapolres Buleleng sehingga Yanti luput dari hukuman. Sudiana mengatakan pencabutan laporan penculikan terhadap anaknya itu dilandasi dengan iktikad baik pelaku yang telah mengembalikan anaknya dengan kesadaran sendiri.
Singaraja (Bali Post) -
Kisah ini benar-benar mirip sinetron. Ni Putu Aulia Nanda Diana (12), anak dari Nyoman Sudiana (37), anggota TNI yang tinggal di Asrama Secata A, Kubujati, Singaraja, Sabtu (5/1) lalu pulang dengan selamat setelah tujuh tahun berada dalam asuhan penculiknya di Kalimantan Timur.
Yang menarik, orang yang memulangkan Aulia ke rumah orangtuanya adalah penculiknya sendiri, Yanti Susilawati (34), warga Lombok Tengah, NTB. Dengan pertimbangan kemanusiaan, Sudiana akhirnya mencabut laporan penculikan yang sempat dilaporkan ke Mapolres Buleleng 2001 lalu.
Kasus penculikan ini terjadi 20 Desember 2001, di mana saat itu Aulia masih berumur sekitar 5 tahun dan duduk di TK nol besar. Mengutip laporan di Mapolres Buleleng, saat itu Yanti
Susilawati yang berteman dengan orangtua si bocah berkunjung ke rumah kontrakan korban di Jalan Sriamerta Desa Baktiseraga, Singaraja. Yanti saat itu minta izin untuk mengajak Aulia jalan-jalan ke Pasar Banyuasri. Namun hingga sore Yanti bersama Aulia tidak kembali.
Yanti Susilawati yang sempat diperiksa di Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menceritakan bahwa Aulia diajak ke Kalimantan. Selama tujuh tahun bersamanya, ia mengaku Aulia dirawat seperti anak kandungnya sendiri, bahkan disekolahkan hingga duduk di kelas VI SD.
Karena Yanti mengembalikan anaknya dengan sadar, Minggu (6/1) kemarin Nyoman Sudiana pun mencabut laporannya di Mapolres Buleleng sehingga Yanti luput dari hukuman. Sudiana mengatakan pencabutan laporan penculikan terhadap anaknya itu dilandasi dengan iktikad baik pelaku yang telah mengembalikan anaknya dengan kesadaran sendiri.
di kutip dari www.balipost.com
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
Soeharto Masih Andalkan Alat Bantu

Keluarga Minta Rakyat Mendoakan
JAKARTA - Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto hingga hari ketiga dirawat di RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta kemarin belum sepenuhnya melewati masa kritis. Meski demikian, tim dokter yang menangani menyatakan bahwa kondisi penguasa Orde Baru itu kemarin lebih baik daripada hari sebelumnya.
"Cairan yang berada di tubuh beliau sudah kami keluarkan sebanyak satu liter. Terutama, jantung dan paru-paru mulai membaik. Bengkak di tubuh beliau juga sudah berkurang," kata Pjs Direktur RSPP Dr Djoko Sanjoto di hadapan para wartawan kemarin sore. Membaiknya paru-paru tersebut diimbangi dengan tekanan darah Soeharto yang kini mencapai 100/50 mmHg sehingga hampir mendekati normal.
Kondisi Soeharto, ketika kali pertama dibawa ke RSPP, memang sempat mengalami situasi terparah dalam riwayat sakitnya. Selain tekanan darahnya sempat drop hingga 80/50 mmHg, fungsi jantung menurun. Di seluruh tubuhnya juga terjadi penumpukan cairan, terutama di paru-paru. Kondisi itu diperparah oleh menurunnya fungsi ginjal sehingga dilakukan cuci darah.
Menurut Djoko, saat ini tim dokter perawat Soeharto, termasuk juga tim dokter kepresidenan, tengah menunggu perkembangan lebih lanjut hingga proses cuci darah selesai. Jika kondisi telah memungkinkan, tim dokter akan kembali mencoba memasang alat pacu jantung untuk yang kedua pada Soeharto. "Saat ini kami juga berharap, kemampuan beliau berada pada kondisi yang memungkinkan untuk dipasang alat pacu jantung," ujarnya.
Di tempat yang sama, salah seorang dokter kepresidenan dr M. Munawar SpJP menyatakan, saat ini Soeharto juga dibantu dengan CVVHD - semacam alat yang bisa mengganti fungsi ginjal untuk sementara. Jika seluruh cairan sudah tersedot, tim dokter, lanjut dia, akan fokus pada pemasangan alat pacu jantung baru ke tubuh Soeharto. "Posisinya akan berbeda. Namun, yang pasti, kami akan mencoba menyinkronkan jantung bilik kiri dan bilik kanan beliau terlebih dahulu," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang pernah memasang alat pacu jantung Soeharto pada 2001 itu.
Munawar belum bisa memastikan kapan alat pacu jantung kedua itu bisa dipasang. Sebab, gangguan yang menyebabkan alat pacu jantung kali pertama melemah. Dia hanya bisa menyebutkan, cairan dalam jumlah berlebih pada tubuh Soeharto yang menjadi penyebab melemahnya alat pacu jantung pertama.
Karena itu, fokus yang akan dilakukan tim dokter hingga kemarin adalah terus melakukan observasi, seberapa jauh perkembangan Soeharto dengan dibantu alat-alat medis yang terpasang di badannya. Jika lebih dalam lagi, tim dokter akan memantau seberapa jauh perkembangan jantung Soeharto hingga pada kondisi siap nanti. "Sumber penyakit beliau kan dari Jantung. Karena itu, fokus observasinya di situ," ujarnya.
Kondisi Soeharto yang berangsur membaik juga disampaikan putranya, Bambang Trihatmodjo. Menurut Bambang, kondisi bapaknya saat ini sudah dinyatakan sehat. Namun, berbagai alat bantu kesehatan masih terpasang, terutama untuk membantu jantungnya bekerja normal kembali. "Sudah bisa komunikasi, tapi sedikit-sedikit. Hari ini Bapak juga menjalani cuci darah," ujarnya saat ditemui di pintu belakang RSPP kemarin.
Sebelumnya, Bambang yang mewakili keluarga meminta kebesaran hati dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bersedia membantu mendoakan Soeharto agar segera pulih dari sakit yang menimpanya kali ini.
"Saya memohon kepada rakyat Indonesia yang masih mencintai Bapak, kami mohon doanya supaya beliau lekas sembuh," ujar Bambang. Kedatangan Bambang tersebut tak disangka-sangka para wartawan. Sebab, putra kedua Soeharto itu datang dengan membawa mobil sendiri. Tidak tampak pula Mayangsari, istri kedua Bambang, di sampingnya.
Dari pantauan Jawa Pos hingga tadi malam pukul 20.30, kondisi kesehatan Soeharto terus membaik. Bahkan, dia sudah boleh makan bubur. Soeharto juga sudah bisa mengeluarkan air kencing, meski baru 30 cc. "Secara umum kondisinya tidak jauh beda dengan pagi tadi (kemarin). Tensinya saat ini sudah 120 per 60," kata ketua tim dokter yang merawat Soeharto, Djoko Rahardjo, saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.
Di bagian lain, seperti pada hari sebelumnya, Soeharto kemarin juga dibesuk pejabat dan mantan pejabat, termasuk beberapa tokoh nasional. Pembesuk pertama adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie, yang tiba sekitar pukul 10.00. "Kata dokter, beliau jauh lebih sehat dari kemarin. Kalau untuk urusan hukum, tanya saja sama pengamat," ujarnya saat dicegat usai menjenguk Soeharto.
Selain Jimly, mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga menjenguk. Dia datang bersama istrinya, Sinta Nuriyah. Setelah membesuk, Gus Dur mengingatkan masyarakat Indonesia atas tiga kelebihan Soeharto yang patut diingat.
"Dibanding pemimpin lain, beliau itu selalu cermat dan memperhitungkan segala rencana dengan matang. Selain itu, yang tak bisa dimungkiri adalah beliau selalu perhatian pada rakyat kecil," kata Gus Dur yang kemarin mengenakan busana batik.
Pejabat-pejabat lain yang membesuk di antaranya Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, mantan Gubernur BI Arifin Siregar, mantan Ketua BKKBN Haryono Suyono, mantan Menteri Agama Tarmizi Taher, dan juga mantan KSAD Subagyo H.S.
"Bapak bisa mengenali saya dengan baik. Saat itu bapak tanya soal jam berapa sekarang, karena beliau ingin salat sambil tidur," ujar Meutia Hatta yang tiba sekitar pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, Sudwikatmono, salah seorang kerabat Soeharto, juga menjenguk. Saat ditemui menjelang pulang sekitar pukul 15.30, Sudwikatmono menyatakan kondisi Soeharto tampaknya cukup memungkinkan untuk pulang cepat. "Paling 2-3 hari ke depan sudah pulang," ujarnya sambil berlalu menuju mobilnya.
Hingga tadi malam, yang membesuk Soeharto terus berdatangan. Salah satunya Tommy Soeharto. Dia terlihat kembali membesuk ayahnya pukul 21.00 tadi malam. Bos Grup Humpuss itu datang dengan mengendarai Toyota Alphard. Sedikit pun dia tak mau berkomentar. Tampak pula istri cucu Soeharto, Ari Sigit, Rica Calebout, yang datang bersama sang ibu.
Sejumlah mantan pejabat dan politisi juga berdatangan. Mereka, antara lain, Ketua DPD Partai Golkar Theo L. Sambuaga, mantan Menteri Kehakiman Oetojo Oesman, dan mantan Menteri Urusan Peranan Wanita (UPW) Tuti Alawiyah.
Sekitar pukul 22.50 tadi malam, Halimah, istri pertama Bambang Tri yang sudah ditalak (kini proses cerai), juga hadir. Dia datang sendirian dengan mobil BMW B 82G.
di kutip dari www.jawapos.com
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
Puting Beliung Amuk Surabaya
Listrik Mati, Pohon Tumbang di Mana-Mana
SURABAYA-Hujan disertai angin puting beliung tadi malam mengamuk di hampir seluruh penjuru kota. Waktunya tidak lama, hanya sekitar 30 menit, antara pukul 18.30 hingga 19.00. Tapi, akibat yang ditimbulkan sungguh luar biasa.
Listrik di kawasan Surabaya Selatan langsung mati. Pohon bertumbangan merata di hampir seluruh Surabaya. Di beberapa kawasan, suasana sangat menegangkan. Banyak warga yang keluar rumah karena ketakutan.
Di kawasan Pagesangan, tenda PKL (pedagang kaki lima) yang berjajar rapi di depan Masjid Al-Akbar disapu angin hingga kocar-kacir. Sebuah papan reklame raksasa juga roboh menimpa warung di Jalan Jagir Wonokromo.
Sebuah pohon di Jalan Raya Darmo tumbang ke tengah jalan menimpa sebuah mobil. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Tak jauh dari situ, sebuah pohon juga menimpa angkutan umum di depan McDonald’s. Beruntung, seluruh penumpang selamat. "Mereka semua pada semburat," ungkap Agung, salah seorang saksi.
Di Jalan Ubi, puluhan pohon tumbang, atap rumah warga beterbangan. "Rumah saya juga ikut kena. Semua atapnya pada hilang," kata Najib Hamid, salah seorang warga.
..........
Najib menambahkan, saat terjadi angin puting beliung, kondisi di sekitar rumahnya sangat gelap. Sebab, aliran listrik juga padam. Dia beserta tetangganya hanya bisa berdoa dan pasrah atas musibah itu. "Untungnya tidak sampai ada korban jiwa," terangnya.
Tak hanya rumah dan pohon yang roboh. Reklame juga menjadi sasaran amuk puting beliung. Puluhan reklame di sepanjang Jalan Raya Wiyung roboh, meski bukan reklame besar. "Semua warga di sini terlihat panik atas kejadian ini," kata Agung, seorang warga yang menyaksikan kejadian.
Selain itu, sebuah reklame raksasa di Jalan Mastrip tumbang menghalangi jalan. Akibatnya, lalu lintas di sepanjang jalan itu macet total. Kondisi itu diperparah kondisi jalan yang gelap gulita. "Kemacetan juga sampai di Jalan Gunungsari," jelasnya.
Yang lebih parah adalah sebuah tower pemancar radio milik Taksi Zebra di Jalan Jemursari. Dua tower tersebut roboh hingga menimpa lima taksi di halaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Di Jalan A. Yani, pos polisi di depan Alfa ikut berantakan. Begitu juga dengan pohon di depan Jatim Expo yang tumbang ke tengah jalan.
Humas PT PLN (Persero) Jatim Faisal Anshari menyatakan, aliran listrik di beberapa wilayah memang sempat padam. Menurut dia, hal tiu disebabkan alat pengaman bekerja PLN mengalami korsleting. Selain itu, kata dia, ada kawasan yang listriknya padam karena tertimpa pohon. "Kami belum bisa memastikan penyebabnya secara pasti," ungkap Faisal. (bal/ded/aga)
Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), tadi malam, kecepatan angin sekitar 45 knot per jam. "Saat itu memang terlihat awan cumulus nimbus (CB) di daerah Surabaya. Itu berpotensi terjadinya angin puting beliung," kata Setyo Wibowo, prakirawan BMG Juanda.
Polisi lalu lintas tampak sibuk membantu membersihkan pohon yang tumbang mengganggu lalu lintas. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya juga langsung mengambil tindakan. Mereka bergerak menyingkirkan pohon besar yang tumbang di beberapa jalan protokol. Misalnya, di Jalan Simolawang, Jalan Gunungsari, Jalan Hayam Wuruk, serta Raya Darmo. "Kami lakukan di jalan protokol dulu. Karena ini yang menyebabkan macet. Setelah selesai baru kami sisir jalan arteri," ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hidayat Syah.
Dia menyatakan, hari ini, seluruh jajarannya akan turun kembali untuk melakukan perantingan pada pohon yang rawan roboh, termasuk pohon di daerah perumahan dan milik pribadi. "Semua akan kami antisipasi. Alam memang tidak dapat diprediksi," ujarnya
-jawa pos online-6 januari 2008
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
TUCSON - Pemenang kontes ratu kecantikan Arizona AS yang juga mahasiswi hukum Universitas Arizona terlibat tindak kriminal. Kumari Fulbright yang juga menjadi karyawan bagi seorang hakim distrik itu diduga terlibat penyanderaan dan penyiksaan.
Korbannya adalah mantan pacar Fulbright yang berusia 24 tahun. Lelaki itu disandera selama sepuluh jam dan disiksa. Tidak cukup itu, perempuan cantik berusia 25 tahun tersebut juga dituduh terlibat perampokan bersenjata dan serangan dengan senjata mematikan bersama tiga teman lelakinya.
Dokumen pengadilan menyebutkan, Fulbright yang pernah memenangi Miss Padang Pasir itu mengikat mantan pacarnya tersebut dengan kabel dan lakban. Fulbright menodongkan pistol ke arah kepala lelaki tadi serta mengancam membunuhnya.
Setelah itu, dia membawa kabur telepon seluler, koper, dompet, dan uang tunai. Bagian lain dokumen itu juga menyebutkan bahwa Fulbright berkali-kali menggigit korban serta menggores telinganya dengan pisau. Koran lokal The Star melaporkan bahwa dalam satu kesempatan korban berhasil meloloskan diri dan lantas berteriak minta tolong.
di kutip dari harian jawa pos edisi 4 januari 2008
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
KUTA :o kebanjiran
Kuta Dilanda Banjir, Wisatawan Kaget ......... http://www.liputan6.com Kawasan wisata Kuta di Bali terendam banjir akibat hujan deras yang turun sejak Selasa (25/12) siang. Warga dan turis sempat kaget karena banjir yang terakhir merendam Kuta terjadi tiga tahun lalu. Itu pun tidak separah saat ini. Banjir yang cukup parah untuk ukuran Bali ini terjadi hanya karena hujan deras yang mengguyur selama tiga jam berturut-turut.
Lokasi terparah terendam air adalah perumahan warga, seperti Perumahan Padang Asri. Puluhan rumah di lokasi ini terendam air setinggi lutut orang dewasa. Kecemasan warga dan para turis bertambah karena hingga petang ini hujan masih mengguyur.
Hujan deras yang turun sejak petang tadi juga membuat sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, terendam air hingga ketinggian satu meter. Wilayah yang terendam banjir di antaranya Lubuk Buaya, Kalumpang, Sungai Sapih, dan Tabing. Sebagian warga sudah meninggalkan rumahnya, sebagian lagi memilih bertahan untuk menjaga harta benda milik mereka.
Banjir juga menyebabkan jalur masuk dan keluar Kota Padang di beberapa wilayah terputus. Seperti di Jalan Adinegoro yang merupakan jalur utama keluar masuk kota. Lalu-lintas akhirnya dialihkan ke Jalan Bypass melalui Simpang Tabing. Hingga petang tadi hujan deras masih mengguyur Kota Padang yang mengakibatkan ketinggian air di beberapa tempat naik hingga 2,5 meter.
Sedangkan di Pulau Battoa, Sulawesi Barat, banjir akibat air pasang dengan ketinggian hingga satu meter merendam ratusan rumah. Banjir ini tergolong tinggi karena biasanya tidak lebih dari 25 sentimeter. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga yang berada di ketinggian.
Banjir mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total. Para nelayan memilih beristirahat sambil menunggu cuaca membaik. Warga juga berharap segera mendapat bantuan bahan makanan karena persediaan makin terbatas
CuRhaTan
Pu
1 -Yukz Coment-
Dampak hujan :( selama tiga pekan ini
Di Karanganyar 61 Tewas dan Hilang, di Wonogiri 17 Orang
SOLO - Musibah beruntun menimpa negeri ini. Banjir, air laut pasang, dan tanah longsor kemarin terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Korban berjatuhan di mana-mana. Insiden di eks Karesidenan Surakarta yang paling parah. Paling tidak 75 orang hilang terkubur tanah longsor atau terbawa banjir di Kabupaten Karanganyar dan Wonogiri.
Di Karanganyar, kabupaten yang terletak di sisi barat lereng Gunung Lawu, kondisinya paling menyedihkan. Wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak pukul 07.00. Hujan dan angin kencang tiada hentinya selama lima jam.
Ada enam titik longsor di sini. Longsor di Dusun Ledoksari, Desa Mogol, Kecamatan Tawangmangu, paling banyak memakan korban. Sekitar 36 warga terkubur reruntuhan Bukit Kempong yang berada di belakang kampung. Desa itu hanya tiga kilometer di selatan tempat wisata Tawangmangu.
Lalu longsor di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, mengakibatkan 4 warga hilang, di Kecamatan Jatiyoso 5 orang hilang, dan di Kecamatan Ngergoyoso 3 orang tewas. Di Kecamatan Jumapolo 8 orang hilang, di Kecamaten Matesih 4 tewas, dan di Kecamatan Jenawi seorang tewas. Semua daerah itu berada di Karanganyar yang terletak di lereng Gunung Lawu. Musibah di berbagai tempat itu rata-rata terjadi pukul 04.00 hingga 04.30.
Diperkirakan masih ada lagi korban hilang atau tewas yang belum terdata. Itu karena sulitnya komunikasi dan tidak lengkapnya data penduduk. Situasi alam yang tak bersahabat membuat tim evakuasi dan tim pendata tak bisa bergerak cepat.
Di Dukuh Mogol, tempat musibah paling banyak menelan korban, terjadi dua kali longsor. Pertama, pukul 02.00. Reruntuhan awal dari Bukit Kempong itu menimpa lima rumah. Tak ada korban tewas. Warga yang mengetahui musibah itu berdatangan memberi bantuan, termasuk membersihkan rumah.
Usai membantu, mereka beristirahat di rumah Mbah Warso. Nah, sekitar pukul 04.00 muncul longsor berikutnya. Reruntuhan itulah yang menimpa para warga yang bergotong royong tadi. Mereka tak bisa menyelamatkan diri karena begitu cepatnya peristiwa itu. Mereka yang melepas lelah sembari ngobrol itu tak mampu berbuat apa-apa. Dalam hitungan menit mereka terkubur hidup-hidup. Total 36 orang hilang, termasuk 16 orang yang beristirahat di rumah Mbah Warso.
Untungnya, sebagian warga yang bergotong royong itu langsung pulang sebelum muncul longsor kedua. Mereka balik ke rumah masing-masing gara-gara listrik padam.
Sulitnya medan membuat proses evakuasi berjalan sangat lamban. Hingga pukul 17.00, baru lima jenazah di Mogol yang bisa diangkat dari reruntuhan longsor itu.
Selain melongsorkan lereng bukit Kempong, hujan deras meruntuhkan lereng bukit di sebelah selatan jalan raya Karanganyar-Tawanmangu, tepatnya di Desa Plumbon, Kecamatan Karangpandan. Tanah merah ribuan meter kubik menimbun badan jalan tersebut.
Lalu lintas macet total. Hal itulah yang menyebabkan proses evakuasi korban di Desa Mogol terhambat. Sebab, alat berat tidak dapat masuk ke lokasi.
Hingga kemarin petang, pencarian korban hanya dilakukan dengan peralatan ala kadarnya. Puluhan anggota TNI dan Polri serta masyarakat setempat bahu-membahu mengevakuasi korban. "Evakuasi dilakukan dengan cara tradisional. Alat berat belum bisa masuk. Saya sudah kerahkan anggota polisi. Rekan-rekan dari TNI juga sudah turun membantu," kata Kapolwil Surakarta Kombepsol Yotje Mende di lokasi.
Selain di Karanganyar, murka alam memakan sedikitnya 17 orang tewas akibat longsor di Wonogiri. Puluhan rumah hanyut terbawa air, ratusan lainnya rusak berat dan ringan akibat terendam banjir.
Puluhan jembatan putus, sedangkan ratusan hektare lahan pertanian terendam. Korban jiwa jatuh di dua kecamatan, Tirtomoyo dan Manyaran. Di Tirtomoyo, sampai kemarin sore 16 orang tewas akibat tanah longsor. Musibah itu terjadi di tiga lokasi, yaitu Dusun Semangin, Desa Sendang Mulyo serta di Dusun Pagah dan Dusun Sanggrahan, Desa Hargantoro.
Di Semangin, longsoran bukit menyebabkan sedikitnya 24 rumah di RT 2 RW 4 rusak. Tujuh rumah di antaranya tertimbun total. Tujuh warga setempat sampai kemarin sore belum ditemukan. Mereka diyakini tertimbun longsoran.
Di Dusun Pagah dan Sanggrahan, tanah longsor menimbun sedikitnya 9 rumah dan membawa 9 korban jiwa. Dari jumlah korban itu, baru jasad Ernawati dan Kariyem yang ditemukan. "Kejadiannya sekitar pukul 03.00 Mas," kata seorang warga.
Lokasi bencana di Pagah dan Sanggrahan lebih sulit dijangkau. Pasalnya, material longsoran menimbun total jalan masuk ke dua dusun itu. Alhasil, jalan itu berubah menjadi timbunan lumpur dengan air yang mengalir deras. Lokasi bencana hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.
Selain di Tirtomoyo, tanah longsor yang membawa korban jiwa terjadi di Dusun Kopen, Desa Bero, Kecamatan Manyaran. Kepala Desa Bero Joko Pramono mengatakan, tanah longsor di Kopen menimbun tiga rumah, yakni milik Sido, Karsowiyono, dan Martowiyono.
Saat bencana terjadi, Karsowiyono dan Martowiyono bersama keluarga bisa menyelamatkan diri. Tapi, Sido ketiban sial. Pria yang semua keluarganya berada di Jakarta itu tertimbun tanah bersama rumah dan harta bendanya. Sampai kemarin petang jasad Sido belum ditemukan. "Tanah yang longsor sekitar 5 hektare," kata Joko.
CuRhaTan
Pu
0
-Yukz Coment-
Hady Mirza, the first Asian Idol winner

Congrats to Hady Mirza, the winner of the first Asian Idol competition. To be honest, I’m not really surprised with the result. The main reason behind this is the voting system in Asian Idol. Last night, Mike, Jaclyn, and Mau gave their best performances. But their best performances won’t make most people outside their home country to vote for them. Since we have to vote for two idols, people will tend to vote their home idol and idol with least performance.
Duch Ga nYangka dech Ternyata wakil dari singapore yang menjadi pemenang Asian idol aku dah berharap banget MIke bakal jd the winnerna ..HUkZz...Kalu Ga Mike ..wakil dari malaysia itu ..suaranya Okeh banget ...Tapi napa Hady mirza yg jd winner ye....menang tampang kali yah xixixixix...tapi Gpp dech ....yang penting mike dah berusaha dan gw ga nyesel liat performanya di tipi ampe rela begadang dua hari nie ...hihihihihih
maju terus dech Buat Hady mirza semoga bisa menjadi yang terbaik nanti untuk mewakili negara asia...CONGRATULATIONS FOR HADY MIRZA...!!
CuRhaTan
Pu
1 -Yukz Coment-